Para Pengabar yang Tidak Jelas Kabarnya

Para Pengabar yang Tidak Jelas Kabarnya

SAYA heran, mengapa orang-orang suka membaca koran di pagi hari. Mereka bilang, karena pagi hari otak masih fresh.

Justru itu, mengapa otak yang masih segar, malah dikotori dengan informasi-informasi yang tidak dapat dipercaya? Mengapa pagi hari yang sesuci itu tidak digunakan saja untuk membaca kitab suci?

Itulah mengapa, saya selalu menghindari informasi di setiap pagi.

Kalau ingin baca koran, saya akan membacanya di siang hari saat sedang lelah-lelahnya. Setelah itu tidur siang, dan melupakan segalanya.

Kalau bukan karena tidak ada kerjaan selama menunggu antrian pembuatan surat izin mengemudi, pagi itu saya tidak akan mengambil koran lalu membacanya. Saya menyesal telah membacanya. Saya kecewa dengan pembawa beritanya.

Pembawa surat kabar tetapi tidak memiliki kabar. Dari 250 juta penduduk Indonesia, siapa yang bisa tahu penyebar kabar yang tidak menyertakan foto dan nama yang hanya inisial. Padahal, pembawa kabar itu sangat penting.

Berbeda dengan pembawa hikmah, orang gila pun boleh mengatakannya. Tetapi pembawa berita, ia harus diketahui bentuk hidungnya, apakah mancung atau pesek, apakah orang yang jujur atau pendusta.

Yang lebih saya sesali dari seluruh surat kabar di dunia adalah, surat kabar yang sedang saya pegangi. Ia memberitakan yang tidak selayaknya diberitakan.

Mengumbar fitnah. Ditaruh di halaman depan pula. SEORANG KIAI MENCABULI PASIENNYA. Lalu saya mendapati nama yang sangat akrab dengan pancaindra saya: KIAI KASMUDI. 
Seketika itu, saya langsung menstarter motor, melaju sekencang-kencangnya, menuju rumah Kasmudi. 

Kasmudi ternyata memiliki lebih dari satu rumah. Dan, nomor hapenya tidak aktif pula. Saya pun mendatangi satu-satu rumahnya. Semuanya kosong, kecuali satu. Di sana ada ibunya yang menangis sesenggukan.

Melihat ibunya, saya jadi teringat ibu saya. Lebih-lebih ketika matanya mengeluarkan cairan. Tanpa bisa membendung, air mata saya turut mengucur sebelum saya mendapat keterangan apa pun.

0 Response to "Para Pengabar yang Tidak Jelas Kabarnya"

Post a Comment

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel