Keamanan Yang Perlu diamankan

Keamanan Yang Perlu diamankan

Kastulin adalah santri Salaf Tulen, sudah lama ia mesantren di trenggalek, Selain ganteng, anaknya juga rajin. Dari beberapa teman sekelasnya kastuin adalah anak paling rajin.

Sudah ganteng hafal alfiyah Ibnu malik, membaca kitabnya juga lancar,, dari kitab yang ada harakatnya hingga kitab gundul, bahkan yang gundul tidak ada apa-apanya sudah mampu dibacanya olehnya.

"Saya benar-benar tidak menyangka kang, ternyata sampean jadi keamanan pondok. Apa jangan-jangan pak lurah sudah kehabisan stock ya, kenapa harus sampean, kenapa bukan yang lain saja yang jadi keamanan?"

"Lu ngomong sekali lagi, gua sobek itu mulut. Sudah tahu gua galau, malah diomongin keamanan keamanan terus. Lama-lama gua jadi stres,, tau nggak?"

"Ternyata orang seganteng dan serajin sampean juga bisa stres kang wkwkwkwkwk,,"

"Sudah,,, diam, mending sekarang ayok kita keluar"

"Keluar kemana?"

"Ngopi"

"Serius Kang?"

"Iya ayok,,,,!"

"Tunggu dulu kang, saya takut kalau ketahuan, nanti saya malah disidang lagi sama pak lurah dan keamanan, kemarin kan saya sudah ketahuan kang sobar kemanan pondok yang galak itu loh"

"Gua sekarang keamanan O'on, sudah ayok kita keluar,,,"

"Ya sudah ayok,,"

Sekarang ini, Kastulin menjadi salah satu santri paling galau di pesantren. Ia kerap misuh-misuh sendiri, mengurung dirinya dikamar, terkadang ada temanya yang memanggil pun ia tidak mau keluar dari kamarnya.

Mungkin karena dirinya belum 100% siap untuk dijadikan keamanan pesantren, sehingga kehidupanya yang sekarang ini menjadi Ngawur, tidak teratur dan sering keluar pesantren semaunya sendiri.

"Tunggu disini, saya ambil motor dibelang angkring, nanti kalau ada sobar mau ngobraki syawir,, kamu bilang sama dia, saya mau di ajak beli obat sama kastulin. Gitu!"

"Ok, Kang"

Kastulin beranjak untuk mengambil motornya, sedangkan saya lingah lingoh dibawah pohon jati, berselang kemudian, kastulin datang dengan membawa motor hadiah dari bosnya itu. Katulin ini, Selain ganteng, orangnya juga pekerja keras, pencetak genteng handal.

Dalam setengah hari, ia mampu mencetak hingga 1000 genteng, setelah bekerja setengah hari, sisa harinya ia buat untuk sekolah dipesantren, Ngaji diniyah.

"Lama ya, menunggunya?" Tanya kastulin sembari menyelumat rokoknya.

"Tidak. Ayok cepat, sebelum ada pak lurah tahu,,"

"Kamu kok jadi penakut gini ya, Kan kamu keluar sama Keamanan,,,"

"Bukan maksut saya begitu, Kang. sekeamanan keamanya keamanan, pasti juga perlu keamanan."

"Mau,,, apa tidak?, Kalau mau ya ayok"

"Ayok"

Kastulin menjalani kehidupan dipesantren yang jauh dari sebelumnya, ia menjadi nakal mendadak karena belum siap mengemankan santri.

Sepertinya kastulin mau fokus Ngaji dan bekerja saja dipesantren, ia belum siap mendapat mandhat langsung dari kiai, ia terpaksa mau karena di apusi oleh pak lurah, katanya ada rutinan kumpulan kepengurusan. Ternyata Kastulin dilantik dan mendapatkan mandhat langsung dari kiai.

Ia merasa belum siap untuk jadi keamanan, karena menjadi keamanan itu banyak resikonya, harus siap mental dibenci santri, dirasani santri, ada yang lebih parah lagi. Yaitu di datangi wali santri.

***

"Kamu sudah makan belum?" Tanya kastulin.

"Belum, memangnya mau di traktir?"

"Ayok kita makan dulu di warung pak Eko, setelah itu kita ngopi di Durenan sana sambil main PS"

"Siap boskuh,,,"

0 Response to "Keamanan Yang Perlu diamankan"

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel