Udin, Cecep, Pian, dan Santri Putri - Cerita Konyol Kang Santri

Udin, Cecep, Pian dan Santri Putri
Sumber Foto: Facebook Izzuke Hirohito

Dok,,Dokk,,Dokkk

"Sholii...Sholii... Sholii." Keamanan pondok muter.

"Dok..Dok..Yuk kang,Tangi yuk kang!"

Sesuai kebiasaan pak Zein dan Mbah jayus Mereka Keliling kamar asrama untuk mengajak para santri berjama'ah.

Udin terbangun karena ada suara ktokan keras dari seberang asrama

"Dokk, Dokk Dokkk," Yukk,Tangi,,,

Sebelum keamanan pesantren sampe kamar mereka, Si Udin bangunin dulu teman-teman kamarnya
"Heh,,Heh cep Tangi,,, Onok Mbah Jayus." Usaha udin untuk membangunkan kawanya.

"Hmeh,,,Mmmm ogah,," Jawab cecep yang menata bantalnya sambil memancal sarungnya.

Udin masih belum menyerah ia tetap berusaha membangunkan teman-teman kamarnya. "Kang kang Pian,Tangi kang"

"Emh,,, Sek tak lungguh, Ben kumpul sek Nyawaku." Jawab pian, sambil mengumpuklan cakranya.

"Dokk,, Dokkk,, Tek,,tek. sesekali bruak,,. Yuk kang,, Tangi,," Mbah jayus keamanan pondok.

"Njih pak..!" Sahut udin.

"Sinten Niki molor?" Tanya mbah jayus sambil nyeret sarung Cecep.

"Tangi,,,Tangi,,, le,,,"

"Sopo, ganggu ngimpiku ae,," Jawab cecep sambil matanya masih terpejam.

Pak jayus pun berlalu, dan cecep berbaring lagi, Udin dan Pian keluar kamar untuk mengambil wudhu. Dan, datanglah pka Zein.

"Yuu,, kang yuu,, di gwo wudhu. Kang,,, Yu kang,,, Jamaah kang." Usaha pak zein mengobraki santri.

Cecep masih terdiam sambil menikmati mimpi indahnya itu. Pak zein menepuk-nepuk perut cecep sambil berkata "Yuk kang, yuk Tangiii,,,,"

Pak Zein kaget, ada santri yang tidur. Sepertinya di lipatan sarungnya ada sesuatu yang mngganjal, firasat pak Zein itu adalah barang terlarang  pesantren (Smartphon).

Di ubraklah kang Cecep, ayook Tangi! Tak gepuk Lak ora Tangi. "Iki opo?" Tanya pak zein Sambil memegang dan menggerayangi sarung Cecep.

Sangat kaget. Cecep triakkk dengan lantang "wadaaaoowwwwwww,,,,,, Jiaaaangkrik opo to pak,!?"

"Iku Hp, entokno kene,,"

"Opo, ndi ono hp?"

Pak Zein memegang lipatan sarungnya lagi, dan Cecep pun teriak lagi. Kali ini, teriakanya lebih keras dari sebelumnya. Bahkan, menurut cerita para santri, Teriakan cecep tersebut sampai terdengar di asrama putri.

"Hadewooohhh,,,, Pak pak Iki udu HP, Iki manukuuuu." Ucap cecep Sambil berdiri dan menelanjangi dirinya sendiri di depan pak Zein.

"Owalah Yo wes wudhuoo,," Pungkas pak zein sambil tersenyum.

Cecep terbelalak tanpa malu telanjang di depan keamanan pesantren yang berwibawa itu, setelah itu, ia segera memakai sarungnya lagi, sambil keluar kamar dengan mulut yang ngromet-ngompret.

"Cuk,,, cuk, jancukk manuk mok kiro HP, Manuk udu HP, cokk cok." Gerundelan cecep sambil berjalan menuju tempat wudhu.

Di tempat wudhu ia bertemu dengan Udin dan Pian

"Ngopo Wee, mlakune jinjit-jinjit ngunu?" Tanya udin.

"Jancok kemanan pekok, manuku di kiro HP, di plenet, Sakit tauk,,"

Udin dan pian tertawa terpingkal-pingkal.

Penulis, Sunan Gunung Kidul. Alumni santri trenggalek.

0 Response to "Udin, Cecep, Pian, dan Santri Putri - Cerita Konyol Kang Santri"

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel