Istikharah Cinta Ala Santri Chapter 1

Istikharah Cinta Ala Santri

Namaku Fatimah Syeikh Abdullah, aku tinggal di Jakarta, dihiruk pikuknya yang ramai, aku seseorang yang mudah akrab dengan orang lain namun sulit untuk dekat dengan orang lain, 1000% introvert

Aku tak bersekolah seperti teman teman biasanya, ibuku adalah orang yaman sedangkan ayahku adalah orang indonesia keturunan yaman jadi mereka mendidikku dengan sebagaimana ajaran islam

Wanita memang seharusnya berada dalam rumah menurut islam, karena kata orang tua ku, nabi bersabda wanita itu fitnah, fitnah terbesar bagi laki laki, keluar rumah wanita itu selalu dihiasi indah oleh setan sehingga nampak indah dalam pandangan laki laki, tak berteman dengan laki laki dan niat menghindari diri dari kehidupan dunia

Panggil saja aku Fatimah, sekarang umurku telah 18 tahun, semua yg telah aku dapatkan dari abati dan amati adalah bekal menjadi seorang istri, sebagaimana layaknya abati dan amati adalah tuan raja bagiku, maka begitu pula nantinya, suami adalah raja dan tuanku, taat pada orang tua adalah surga neraka seorang anak, saat telah menjadi seorang istri, surga neraka istri, akan berganti terletak pada seorang suami

Saat aku kecil kami tinggal di negeri saba' yang diberkahi Allah / yaman, karna orang tuaku berasal dari sana, kami tinggal disana hingga aku berumur 10 tahun, namun abati ingin berdakwah ke Indonesia dinegeri yang dicintainya, jadinya kami pindah ke Indonesia

Aku memiliki 6 saudara, 7 termasuk denganku, Muhammad, Abu Bakar, Umar, Ali, Khadijah, dan Aisyah, semuanya telah menikah

*Muhammad dan Khadijah, menikah dengan bangsa kami yamani dari kerabat kami sendiri

* Abu Bakar dan Ali, menikah dengan orang mesir karna hidup belajar di Al azhar Mesir, takdirlah yang mengarahkannya sehingga mendapati istri orang Mesir

* Umar menikah dengan orang Aljazair, anak sohabat abati

* sedangkan kakak terkecilku Aisyah menikah dengan anak sohabat abati ku orang maghribi / Maroko

"abati, amati, umur Fatimah telah 18 tahun, dan Kadi sepertinya merindukan seorang pendamping, bagaimana menurut abati amati?" tanya kadi yang tengah duduk bersama orang tuanya di ruang keluarga

"ya bunayya... sebelum engkau meminta pada Makhluk, mintalah dengan Allah dahulu, karna dialah pemilik segalanya" balas abati menasehati

"baiklah abati" jawab Fatimah malu

*****

Aku ingin setelah menikah dapat hidup dinegeriku yaman, karna disana sangat tenang jauh dari sifat dunia, aku juga ingin mendapat pasangan hidup orang dari bangsaku sendiri, nabi berkata orang yaman adalah bangsa pertama yg menemui nabi di telaga Kautsar, nabi berkata laki laki yaman adalah bagai awan diantara kalian, maksudnya laki laki terbaik dimuka bumi adalah yamani

mengapa, karna nabi berkata orang yaman adalah orang yang paling tawadhu, orang yang paling bersih hatinya, selalu tafakur akan kekurangan diri dihadapan Rabbnya, mungkin karna itu pula Allah meninggikan mereka

Namun bagaimana pun kehendak manusia, pilihan Allah lah yg terbaik, usaha wajib, lalu bertawakallah pada Allah sesudahnya, serahkan semua pada Allah, toh pilihan terbaik adalah menurut Allah

Intinya, serahkan semua pada Allah, karna yg terbaik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, yg buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah

*****

Aku telah pernah Taaruf setahun yang lalu sebelum aku memiliki keinginan menikah dengan bangsaku sendiri, aku pernah bertaaruf dengan orang pakistan

Baca ini juga: Ketika Santriwati Terserang Virus Cinta

Dia dari keluarga yang sholeh, seseorang yg bertakwa, dia sangat rupawan lekuk wajahnya itu seperti magnet yg membuat orang tertarik, kharisma nya membuat orang menghormatinya dan membuat orang lain seperti tertarik

Aku mengenalnya dari kakakku yg dia adalah temannya saat kuliah di Al azhar Mesir, dia sedang mencari seorang istri, kakakku mengenalkannya padaku, dia datang kerumahku di Jakarta bersama walinya, hanya sekedar taaruf dahulu / pengenalan sebelum mengkhitbah / melamar

Mungkin karna dahulunya aku bodoh, karna wajahnya yg rupawan membuatku ingin mendapatinya, sekarang aku mengerti itulah hawa nafsu, jadi.. Jawaban istiqoroh yg seharusnya jelas bahwa hati kecilku tidak klik, tapi karena hawa nafsu tadi, aku terus untuk melanjuti taarufannya

Memang ketentuan itu dari Allah, sebelum datang hal yg lebih buruk lagi, Allah mencoba menjauhkan kami, itu sangat terlihat seperti kakakku yg lain yg belum dapat ke indonesia dalam waktu 1 tahun ini, atau hal kecil yang menjadi jelas

Dari sana aku belajar bahwa, hati itu harus bersih dari hawa nafsu, saat istikhoroh benar benar harus diserahkan semua pada Allah, apapun nanti jawaban Allah itulah yg terbaik, karna kita meminta dalam doa iskhoroh itu,
jika memang baik, takdirkanlah untukku dan permudahlah jalannya, jika tidak baik untukku, jauhkanlah dan gantikanlah dengan yg lebih baik darinya

*****

Aku telah memasang alarm malam ini, meminta pada Allah seorang pendamping hidup yang bertakwa pada Allah, yg dia mencintai Allah dan Allah mencintainya, yang terbaik disisi Allah

Malam malam aku terus meminta, hingga Allah mengabulkan doaku seminggu setelahnya

Kami hanya bertiga dirumah ini, malam hari kami selalu berkumpul dalam ruang keluarga ini, abati selalu menyampaikan nasehatnya nasehatnya, namun malam ini abati menyinggung tentang pernikahan

"ya bunayya... sudah kodratnya wanita ditentukan menjadi pasangan pria, begitu halnya pria tercipta untuk menjadi pasangan wanita.

Ya bunayya, jagalah sepuluh perkara yang akan kuberikan kepadamu, lihatlah pendidikan ini, niscaya nasehat ini akan menjadi kekayaan berharga bagimu

Pertama dan kedua, temanilah suamimu dengan sifat qonaah (menerima apa adanya) dan dengar serta patuhilah perintahnya.

Yang ketiga dan keempat, jagalah mata dan hidungnya, jangan sampai matanya melihat darimu sesautu yang jelek dan hidung mencium sesuatu darimu, kecuali bau yang harum

Yang kelima dan keenam, tenanglah ketika tidurnya dan ingatlah waktu makannya, sebab lapar akan menyebabkan gejolak amarah sedang kurang tidur akan menimbulkan emosi

Yang ketujuh dan yang kedelapan, hormati dan pelihara harta, keluarga dan anak anaknya
Yang ke sembilan dan yang kesepuluh, jangan sampai engkau membeberkan rahasianya dan menentang perintahnya" nasehat abati malan ini

"insyaAllah ada sohabat abati yang ingin datang kerumah kita dalam waktu yg dekat ini" lanjut abati

Tunduk Fatimah tersipu malu.

By: idntknow

Belum ada Komentar untuk "Istikharah Cinta Ala Santri Chapter 1"

Posting Komentar

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel