Jangan Suka Berandai Kata

Jangan Suka Berandai Kata

Semuanya itu sudah diatur Sang Khaliq. Tidak ada satupun gerak yang ada di langit dan bumi maupun alam semesta yang berada diluar kendali takdir. Semua telah terformat rapi. Apa yang sudah ditetapkan itulah yang akan wujud dalam kenyataan. Selebihnya hanya bisa wujud dalam ekspektasi, angan-angan, hayalan dan harapan.

Bagi manusia, menerima dengan ikhlas apapun yang ditakdirkan Allah swt adalah suatu keharusan. Sebab memberontak atas takdir sama saja dengan melawan keputusan Allah swt. Hal tersebut adalah suatu tindakan yang sangat amat tercela. Bukankah kita sendiri adalah milik-Nya dan kita hidup atas berjuta-juta nikmat-Nya? Lantas pantaskah kita tidak ikhlas menerima apa yang menjadi keputusan-Nya?

Sebagai hamba yang mengakui diri lemah dan penuh dengan keterbatasan, sudah seharusnya kita sadar bahwa Allah swt lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita tanpa perlu merasa ‘sok’ tau. Apa yang Allah swt takdirkan itulah yang terbaik. Tiada lain. Hanya saja masalahnya terkadang butuh waktu untuk benar-benar bisa melihat dengan mata kepala bahwa sesungguhnya pilihan Allah swt benar-benar jauh lebih baik dari apa yang kita harapkan sebelumnya.

Tidakkah kita merasakan, seringkali pada awalnya kita mengeluhkan suatu hal yang terjadi dalam hidup kita tetapi seiring perjalan waktu kita malah bersyukur hal itu terjadi? Begitu juga sebaliknya. Itu semua adalah pelajaran bahwa kita memang tidak lebih tau dari Allah swt. Jangankan terhadap hal-hal yang ghaib, terhadap apa yang ada di depan mata saja pengetahuan kita begitu terbatas.

Nah, dalam menghadapi realitas hidup, masihkah kita suka berandai-andai. Masihkah kita suka mengatakan “seandainya begini, seandainya begitu”, “andai saja dulu gak seperti itu, coba saja jika dulu seperti itu”? Berandai-andai atas realitas hidup sama saja dengan memprotes takdir dan tidak menerimanya dengan ikhlas.

Idealnya dalam menghadapi realitas hidup kita tidak perlu berandai-andai. Sebab, selain tidak bisa mengubah takdir, suka berandai-andai juga akan membuat hati semakin merasa tidak nyaman. Orang yang berandai-andai akan senantiasa mengeluh dalam hidupnya. Apapun yang terjadi dalam hidupnya selalu dipandang bukan sebagai yang terbaik. Akhirnya hati pun selalu gelisah dan kecewa.

Maka hati harus ditata untuk bisa menerima takdir secara ikhlas. Caranya, dalam hidup, ketika suatu hal terjadi, kita jangan membiasakan diri mencari “kambinghitam”.

Terima dengam ikhlas apapun yang terjadi, lalu arahkan pandangam ke depan untuk berpikir bagaimana langkah yang harus diambil selanjutnya. Tentunya, masa lalu sah-sah saja dijadikan sebagai pelajaran. Ya, hanya sebatas pelajaran untuk memperbaiki yang salah atau menyempurnakan yang kurang di masa yang akan datang. Bukan untuk mengeluhkannya.

0 Response to "Jangan Suka Berandai Kata"

Post a Comment

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel