PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERANAN KELUARGA DAN SEKOLAH

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERANAN KELUARGA DAN SEKOLAH

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM
DALAM PERANAN KELUARGA DAN SEKOLAH

Makalah ini di buat untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu:
Moh. Asykuri, S.Pd.I,MM.

Oleh:
Shofiatus Sholihah
Diya Farah Masnunah
Arifatul fauziyah

JURUSAN STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUNAN DRAJAT
KRANJI PACIRAN LAMONGAN
OKTOBER 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis mampu merampungkan salah satu tugas yang berbentuk makalah sebagai salah satu persyaratan untuk mata kuliah.

Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pentingnya Pendidikan Islm  dalam Peranan Keluarga dan Sekolah. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari sumbangsih para orang-orang terdekat penulis, karena itu dengan tulus penulis sampikan banyak terimakasih kepada:

  1. Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia STAIDRA Kranji Paciran Lamongan yang telah memberi bimbingan kepada penulis sehingga bisa menyampaikan materi ini di depan semua peserta diskusi.
  2. Para pegawai perpustakaan STAIDRA Kranji Paciran Lamongan yang telah meminjamkan buku sebagai reverensi sehingga dapat memenuhi tugas penulis.
  3. Teman-teman sekelas semester satu prodi Tarbiyah jurusan PAI STAIDRA Kranji Paciran Lamongan yang telah membantu menjalan kan kegiatan diskusi.

Segala upaya telah di lakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Hal itu di karenakan kelemahan dan keterbatasan kemampuan penulis semata.saran dan kritik yang konstruktif tetap kami harapkan dari peserta diskusi yang budiman.akhirnya semoga makalah ini membawa manfaat tidak hanya bagi penulis namun juga bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Kranji, 29 Oktober 2016

Penulis


BAB I PENDAHULUAN

1.) Latar Belakang

Pendidikan dalam islam memperoleh tempat dan posisi yang sangat tinggi, karena melalui pendidikan orang daat memperoleh ilmu, dan dengan ilmu orang dapat mengenal tuhan-Nya, mencapai ma’rifatullah, peribadatan seseorang juga akan hampa jika tidak dibarengi dengan ilmu.

Demikian juga tinggi rendahnya seseorang, disamping iman, juga sangat ditentukan oleh kualitas keilmuan(kearifan)seseorang. Karena ilmu sangat menentukan, maka pendidikan sebuah proses perolehan ilmu menjadi sangat penting.

Pendidikan islam dipahami sebagai proses transformasi dan internalisasi nilai-nilai ajaran islam terhadap peserta didik, melalui proses pengembangan fitrah agar memperoleh keseimbangan hidup dalam semua aspeknya. Oleh karena itu, pendidikan sangat penting dilakukan secara terus menerus oleh manusia sampai akhir hayatnya.

Oleh karena itu pendidikan islam itu sangat penting dalam pribadi seseorang sehingga peranan keluarga dan sekolah itu sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan supaya dapat memajukan proses perkembangan potensi untuk masa depan anak didik yang lebih baik.

2). Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud pendidikan islam?
2. Apa tujuan dan konsep pendidikan islam ?
3. Apa saja peran keluarga dalam pendidikan islam?
4. Apa saja peran sekolah dalam pendidikan islam?
3. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian pendidikan islam.
2. Untuk mengetahui tujuan dan konsep pendidikan islam.
3. Untuk mengetahui pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan islam.
4. Untuk mengetahui pentingnya peranan sekolah dalam pendidikan islam.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian pendidikan islam

Istilah “pendidikan” dalam konteks Islam lebih banyak dikenal denagn istilah “at-tarbiyah, at-talim, at-ta’dib, dan ar-riyadloh”. Setiap istilah tersebut mempunyai makna yang berbeda, karena perbedaan teks dan kontrks kalimatnya, walaupun dalam hal-hal tertentu, istilah-istilah tersebut mempunyai kesamaan makna.

Mushtafa al-Gholayani berpendapat bahwa at-tarbiyah adalah penanaman etika yang mulia pada jiwa anak yang sedang tumbuh dengan cara memberi petunjuk dan nasihat, sehingga ia memilik potensi-potensi dan kompentasi jiwa yang mantap, yang dapat menumbuhkan sfat-sifat bijak, baik cinta akan kreasi dan berguna bagi tanah airnya.

Apabila pendidikan kontekss islam diidentikkan dengan istialh at-ta’lim, Abdul Fatah Jalal memberi peringatan at-ta’lim dengan proses pembentukan pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah, sehingga terjadi ta’kiyah (penyucian) atau pembersiahan diiri manusia dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia itu berada dalam satu kondisi yang memungkinkan unyuk menerima al-hikmah serta mempelajari segala apa yang bermanfaat dan yang tidak diketahuinya.

Adapun pengertian at-ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yag tepat dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan didalam tatnan  wujud dan keberadaanya.

Sebaliknya, istilah ar-riyadhoh hanya khusus dipakai oleh imam Ghozali, dengan istilahnya “riyadhotusshibyan”  artinay pelatihan terhadap pribasi individu pada fase kanak-kanak.

Dari beberapa pengertian at-tarbiyah, at-ta’lim, at-ta’dib dan ar-riyadhoh diatas, para ahli pendidikan islam mencoba memformulasikan hakekat pendidikan islam sebagi berikut Muhammad SA Ibrihimy (Banglaesh) menyatakan bahwa pendidikan islam adalah: “ pendidikan islam dalam arti yang sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, seingga dengan mudah membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran islam”.

Omar Muhammad at-Ttoumi al-Syaibani mendefinisikan pendidikan islam dengan: “ proses mengubah tingkah laku individu pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan lam sekitarnya dengan cara pengajaran sebagai suat aktifitas asasi dan sebagai profesi diantara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penidikan islam adalah proses transformasi dan internalisasi imu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri anak didik melalui pertumbuhan dan pengembangan potensi fitrahnya guna mencapai keselaran dan kesempurnaan hidup dalam segal aspeknya.

B. Konsep dan tujuan dalam pendidikan dalam islam

Konsep pendidikan islam mencakup kehidupan manusia seutuhnya, tidak hanya memperhatikan segi aqidah saja, juga tidak memperhatikan segi ibadah saja, tidak pula akhlaq saja. Akan tetapi jauh lebih luas dan lebih dalam daripada itu. konsep pendidikan dalam islam dapat kita jabarkan sebagai berikut:

1. Pendidikan islam mencangkup semua dimensi manusia sebagaimana ditentukan oleh islam.
2. Pendidikan islam menjangkau kehidupan didunia dan kehidupan diakhirat secara seimbang.
3. Pendidikan islam memperhatikan manusia dalm semua gerak kegiatannya, serta mengembangkan padanya daya hubungan dengan orang lain.
4. Pendidikan islam berlanjut sepanjang hayat, mulai dari manusia sebagai janin dalam kandungan ibunya, sampai kepada berakhirnya hidup didunia ini.
5. Maka kurikulum pendidikan islam, akan menghasilkan manusia yang mempereroleh hak didunia dan hak diakhirat nanti.

Adapun tujuan pendidikan islam dapat diklasifikasikan menjadi empat 
Macam yaitu: 
1. Tujuan pendidikan jasmani
Mempersiapkan manusia menjadi khalifah manusia dibumi, melalui latihan keterampilan fisik.
2. Tujuan pendidikan rohani
Meningkatkan jiwa dari kesetiaan yang hanya kepada Allah semata dan melaksanakan moralita islami yang diteladani oleh Nabi Muhammad SA dengan berdasarkan cita-cita ideal dalam al-qura,an
3. Tujuan pendidikan akal
Pengarahan intelegensi untuk menemukan kebenaran dan sebab-sebabnya dengan tela’ah tanda-tanda kekuasaan Allah dan menemukan pesan-pesan ayat-ayatnya yang membawa iman pada sang pencipta.
4. Tujuan pendidikan sosial
Adalah pembentukan kepribadian yang utuh dari roh, tubuh dan akal. Identits individu disini tercemin sebagai “an-nas” yang hidup pada masyarakat yang plural (majemuk).

C. Pentingnya peranan keluarga dalam pendidikan islam

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang pertama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga.

Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain.

Di dalam keluarga juga merupakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dala sikap dan perilaku orang tua yang dapat dicontoh anak. Dalam hubungan ini Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa:

“Rasa cinta, rasa bersatu dan lain-lain perasaan dan keadaan jiwa yang pada umumnya sangat berfaedah untuk berlangsungnya pendidikan, teristimewa budi pekerti, terdapatlah di dalam hidup keluarga dalam sifat yang kuat dan murni, sehingga tak dapat pusat-pusat pendidikan lainya menyamainya”.

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar hidup beragama, dalam hal ini tentu saja terjadi dalam keluarga.

Kenyataan membuktikan, bahwa anak yang semasa kecilnya tidak tahu menahu dengan hal-hal yang berhubungan dengan hidup keagamaan, tidak pernah pergi bersama orang tua ke masjid atau tempat ibadah untuk melaksanakan ibadah, mendengarkan khutbah atau ceramah-ceramah dan sebagainya, maka setelah dewasa pun mereka tidak ada perhatian terhadap hidup keagamaan.

Kehidupan dalam keluarga hendaknya memberikan kondisi kepada anak untuk mengalami suasana hidup keagamaan.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa orang tua adalah tempat menggantungkan diri bagi anak secara wajar. Oleh karena itu, orang tua berkewajiban memberikan pendidikan pada anaknya dan yang paling utama dimana hubungan orang tua dengan anaknya bersifat alami dan kodrati.

D. Pentingnya peranan sekolah dalam pendidikan islam

Pada dasarnya pendidikan di sekolah merupakan bagian pendidikan dari keluarga, yang sekaligus juga merupakan lanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Disamping itu, kehidupan di sekolah adalah jembatan bagi anak yang menghubungkan khidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak.

Yang dimaksud pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh seseorang di sekolah secara teratur, sistematik, bertingkat dan dengan mengikuti syarat-syaratyang jelas dan ketat (mulai dari kanak-kanak sampai perguruan tinggi). Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah sebagai berikut:

1. Pendidikan diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenjang yang memiliki hubungan hierarkis.
2. Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relatif homogen.
3. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang harus diselesaikan.
4. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum.
5. Adanaya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadap kebutuhan dimasa yang akan datang.

Masalah yang paling mendasar yang mempengaruhi masalah pendidikan adalah masalah lulusan satuan pendidikan (sekolah), khususnya pendidikan dasar dan menengah. Hal ini ditandai dengan kualifikasi lulusan tersebut yang sulit untuk mampu meningkatkan kualitas ekonominya atas dasar pengetahuan dan ketrampilan yang diperoehnya di sekolah. Karena perolehan pendidikan dan pelajaran di sekolah belum mampu menjamin pemenuhan kebutuhan hidupnya bila dilihat dari sudut ekonominya.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendidikan tidak hanya dapat ditempuh di sekolah-sekolah umum atau yang lainya. Namun, pendidikan juga bisa ditempuh di luar sekolah seperti keluarga, lingkungan atau masyarakat dan lain sebagainya.

Karena disitu terdapat peserta ddik dan pendidikan yang berupa orang tua dan anak dalam keluarga. Dan dari sanalah mereka itu terdidik dan mendidik, hingga mereka itu terproduk menjadi insan kamil di dunia dan akhirat, dimana mereka mendapatkan suatu hal yang baru, disitulah pendidikan itu berada.

Dan pendidikan di lingkungan keluarga itu penting sekali, sebab pendidikan di lingkungan keluarga itu adalah pendidikan pertama dan yang utama, bisa memberi warna dan corak kepribadian anak. Seandainya orang tua tidak menyempatkan diri untuk mendidik anak-anaknya di keluarga sehingga terabaikan begitu saja karena kesibukan orang tua, maka hal ini akan membawa pengaruh yang tidak baik terhadap perkembangan dan pendidikan anak.

B. Saran

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini.

Berhubungan dengan makalah ini penulis banyak berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca khususnya pada penulis. Amin.



DAFTAR PUSTAKA
Siswanto, Heru. 2016. Orientasi Dasar- Dasar pendidikan Lamongan: Pustaka Ilalang Group.
Daradjat, Zakiah. 1994. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah Jakarta: CV Ruhama.
Kholillah, Muzzaki. 2010. Ilmu Pendidikan Islam Surabaya: Kopertais IV Press.
NB: Sebagai mahasiswa yang loyal mohon untuk mencantumkan sumber

0 Response to "PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERANAN KELUARGA DAN SEKOLAH"

Post a Comment

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel