3 Hal Yang Bisa Anda Pelajari Tentang Gagalnya Seorang Blogger

3 Hal Yang Bisa Anda Pelajari Tentang Gagalnya Seorang Blogger

Menjadi seorang blogger bukanlah perkara yang mudah. Terkadang meskipun kita sudah berusaha dengan maksimal mengikuti segala saran yang beredar di internet, blog kita tetap saja sepi. Trafiknya juga segitu-gitu aja. Yah namanya juga hidup.

Buktinya sama seperti apa yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya sempat dua kali memulai blog, dua kali mengeluarkan biaya domain tanpa hosting, sayangnya dua kali juga blog tersebut gagal, tidak bisa menghasilkan, akibatnya dengan sangat terpaksa harus saya tutup.

Mau Bilang Jancok Takut di Marahi Nitijen

Tapi yah bagaimanapun juga, pengalaman masih menjadi guru terbaik bagi kita, ya nggak?. Jadi meskipun saya sempat merasa kesal dan hampir putus asa pada saat itu, bahkan sampai tidak ingin lagi mencoba peruntungan di dunia blog, kini saya malah merasa beruntung karena pernah mengalami kegagalan tersebut, belajar dari situ, lalu memilih untuk tidak menyerah.

Karena kini Alhamdulillah, blog saya perlahan-lahan mulai aakan menghasilkan (Baru akan) wkwkwk gakpapa dibuat happy aja. Dan ini sekali lagi berkat pelajaran yang saya ambil dari pengalaman saya saat itu. Yakni ketika saya merasa telah menjadi seorang blogger paling gagal di dunia.

Nah, lantas apa saja pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman pahit saya beberapa tahun lalu itu?

Ini mungkin bukanlah sesuatu yang baru kalian dengar, tapi sungguh jika kita benar-benar mau belajar dan menghindari hal-hal yang akan saya jelaskan di bawah ini, saya yakin kita semua pasti bisa semakin dekat dengan hasil yang kita inginkan. Serta bisa lebih enjoy dan happy lagi menikmati setiap perjalanan yang kita lalui saat menjadi seorang blogger.

Apakah Pelajaranya?

1). Tidak Melakukan Research Keyword

Research Keyword

Saya menyadari kenyataan bahwa sebagian blogger di luar sana pasti ada yang senang menyarankan Anda untuk tidak perlu pusing-pusing dengan research keyword. Melainkan fokus saja menulis dari hati, apa adanya, serta yakin suatu saat nanti pasti akan ada orang yang membaca tulisan Anda, lalu menjadi tertarik, dan berubah menjadi pembaca setia dari blog Anda.

Sekilas alasan ini memang ada benarnya. Akan tetapi rekomendasi tersebut sungguh tidak berlaku untuk semua orang. Terutama buat kita semua yang tidak memiliki personality (karakter) yang kuat dalam gaya tulisan kita, ditambah juga bukan siapa-siapa dalam dunia nyata. Bukan penulis, publik figur, apalagi artis papan atas.

Jika kita menerapkan saran untuk tidak melakukan research keyword (riset kata kunci) sebelum menulis artikel kita, sementara kita bukanlah siapa-siapa dan tulisan kita biasa aja, maka besar kemungkinan saran tersebut tidaklah cocok untuk kita.

Saran itu tidak akan membawa kita kemana-mana kecuali merasa depresi karena setiap tulisan yang kita buat seakan-akan tiada berguna akibat tidak ada seorang pun yang membaca. Apalagi berkomentar.

Maka dari itu, saya merasa research keyword merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini agar setidaknya kita tahu bahwa setiap artikel yang kita buat, itu ada orang yang mencarinya.

Misalnya seperti saya yang kemarin sempat membuat artikel Inilah 6 Blogger Kece dan Keren dari Tuban Jawa Timur. Ternyata tidak saya sangka, visitornya begitu banyak, dan mungkin banyak orang yang membutuhkan informasi tersebut.

Alhasil, artikel tersebut pun berhasil memberikan saya jumlah views yang lumayan, apalagi artikel tersebut mampu berada dihalaman pertama google. Dan hal ini jauh berbeda dengan jumlah views yang saya peroleh pada sebagian artikel lainnya yang saya sengaja tidak menggunakan research keyword sebelum membuat artikel.

Jadi, sekali lagi jika Anda bukan siapa-siapa atau Anda tidak memiliki karakter maupun gaya tulisan yang unik, termasuk di dalamnya konten yang menarik dan sebagainya, maka sebaiknya risetlah kata kunci terlebih dulu sebelum membuat artikel.

Sebaliknya, jika Anda adalah seorang publik figur, atau mungkin berpikir Anda punya gaya tulisan yang unik plus konten yang menarik, maka saya pikir research keyword tidaklah begitu penting. Sebab tanpa itu pun, Anda sudah punya magnet tersendiri yang bisa secara otomatis menarik hati pengunjung untuk mengunjungi blog anda.

2). Terlalu Fokus (SEO)

SEO

Salah satu kesalahan fatal saya saat pertama kali memulai blog adalah terlalu fokus pada SEO (search engine optimization).

Setiap kali saya membuat artikel, saya pasti berusaha agar artikel tersebut mampu berada dihalaman pertama google, Apapun caranya saya lakukan, dan yang paling sering saya lakukan adalah menaburkan kata kunci paling penting dibagian yang terpenting. Paham?

Maksuda saya, ketika saya membuat sebuah artiel didalmnya pasti saya akan menaruh kata kunci yang paling penting, apalagi dibagian deskripsi penelusuran, namun kadang SEO itu menjengkelkan, terlalu banyak kata kunci yang ditebarkan. Semakin sulit pula berada dihalaman pertama.

Sehingga, saya pun seringkali terpaksa mengorbankan isi artikel saya menjadi bertele-tele, dipenuhi dengan kata kunci di hampir setiap paragraf, serta menjadi tidak mengalir seperti harapan saya.

Memang sih waktu itu sebagian artikel saya banyak yang cepat nongol di halaman pertama Google, namun sayangnya setelah beberapa waktu peringkat artikel tersebut justru semakin turun seiring dengan perkembangan algoritma google yang semakin hari semakin berkembang saja.

Fakta inilah yang pada akhirnya membuat saya memutuskan untuk tidak lagi terlalu fokus pada SEO, dan memilih untuk mengalihkan fokus tersebut pada kualitas dari setiap konten yang saya buat. Toh hal ini juga senada dengan himbauan Google yang menyatakan untuk selalu fokus pada konten, dan bukan mesin pencari. SEO memang penting, namun masih kalah penting dengan Konten.

3). Terlalu Asyik dengan Tampilan blog dengan gonta-ganti tampilan

Terlalu Asyik dengan Tampilan blog

Ini adalah pengalaman terburuk yang pernah saya lakukan.

Entah kenapa setiap kali saya mengunjungi halaman dashboard  blogger, saya selalu saja terdorong untuk mengedit penampilan blog saya, entah itu menambah ini dan itu, agar lebih cakep.

Saya selalu saja terdorong untuk melakukan hal tersebut seolah-olah itu merupakan hal yang penting. Padahal kenyatannya adalah yang saya lakukan tidak lebih dari sekedar membuang-buang waktu saja. Alias tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap perkembangan dari blog yang saya bangun.

Dan alasannya adalah karena memang seperti itu. Sebab saya akhirnya menyadari bahwa blog bukanlah ajang gagah-gagahan penampilan blog, melainkan sebuah ajang tanding kualitas konten.

Artinya, jika kualitas konten kita baik, maka pasti perkembangan blog kita akan semakin baik.

Sebaliknya, jika kualitas konten kita buruk, maka tidak peduli sebagus apa tema blog kita, tetap saja perkembangannya akan cenderung begitu-begitu saja, atau justru malah menurun.

Lagipula, ingatlah saja pesan dari para blogger senior di luar sana bahwa konten adalah raja. Jadi fokuslah pada konten blog saja, bukan penampilan blog. dan diakhir kata selamat berjuang, selamat ngeblog, happy blogging. Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "3 Hal Yang Bisa Anda Pelajari Tentang Gagalnya Seorang Blogger"

Posting Komentar

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel