Makna Pada Secangkir Kopi Bagi Kaum Santri, Sebagai Pengerat Tali Seduluran Satu Negeri

Makna Pada Secangkir Kopi Bagi Kaum Santri, Sebagai Pengerat Tali Seduluran Satu Negeri

Jika ditanya minuman apa yang selalu menjadi ioni bagi kaum bersarung alias santri? Mungkin 89% jawabannya adalah kopi.

Minuman dengan rasa pahit manis yang bercampur tersebut, memanglah menjadi minuman sehari-hari bagi santri. Seakan-akan tanpa satu hari tanpa kopi, rasanya hampa hidup ini.

Entah mengapa kopi menjadi alasan sebagai minuman kebesaran santri. Namun, banyak yang mengatakan kalau kopi adalah jamu pertama kali yang diambil oleh sabtri jika ingin betah melek.


Dan dengan santri sendiri juga harus tirakat. Betah melek atau tidak tidur dimalam hari untuk Nderes, tahajuddan, muttolaah, dan nglalar nadzoman contohnya.

Maka dari itu, kopi menjadi ramuan santri. Untuk menjadikan dirinya agar betah melek dan tidak tidur terlalu sore.

Tetapi selain hal tersebut, dibalik secangkir kopi santri, ternyata banyak makna yang tersembunyi. salah satunya adalah sebagai pengerat tali seduluran bagi-bagi kaum santri sendiri. Bagaimana pembahasanya. Yuk langsung saja dicuss..

Eh,, sebelumnya sediakan kopi dulu agar lebih enjoy membancanya. Oke.

Tentunya didalam pondok pesantren ada banyak sekali santri-santri yang berasal dari macam-macam daerah di selauas dataran dari sabang sampai merauke.

Jangankan lingkup indonesia, bahkan lingkup duniapun juga dikemas dan ditampung oleh pesantren juga. Maka dari itu budaya, kebiasaan, bahasa serta watak-watak santripun juga banyak perbedaan antara satu dengan yang lainnya.

Sedangkan, yang namanya santri sendiri juga berada pada naungan satu lungkup, dalam lingkungan pesantren. Maka dari itu jangan heran jika pondok pesantren banyak mengemas budaya-budaya yang ada di Indonesia.

Seperti contoh budaya-budaya yang dibawakan oleh santri jawa tengahan yang terkenal dengan bahasa ngapaknya, serta budaya-budaya lainnya yang tidak dapat Saya sebutkan satu persatu yang dibawa oleh santri dari lingkungan rumahnya. Karena saking banyaknya.

Selain itu, santri sediri juga harus dapat hidup rukun dan dapat menajaga tali ukhuah sebagai satu nusa dan satu bangsa serta agama.

Dan ternyata, minuman manis pahit alias kopi tadi juga berpengaruh dan berperan sebagai penguat tali persaudaraan. Kok bisa ya? Jawabanya, Ya bisalah!

Alasannya, jika kopi sudah diseduh dan disuguhkan pada majelis lingkaran santri, maka hawa dan rasa akan berubah seketika. Terasa semakin ayem tentrem dan bersahaja.

Sebab, kopi sendiri merupakan teman kebersamaan bagi kaum berpeci. Coba kalaian amati jika sekumpulan santri yang berkumpul dan ditengah-tengahnya ada kopi ! Betapa rukunya mereka.

Bersanding dengan secangkir kopi, dan dibumbui dengan bercengkerama, bercerita serta saling tukar-menukar pikiran, dan satu lagi yaitu guyonan. Menambah rasa keraketan lagi bagi kaum santri.

Jadi, jangan heran jika didalam pondok pesantren terasa harmonis. Sebab, mereka mampu menyatu dan tidak ada perpecahan. Mungkin ada sedikit konflik bagi sebagian santri, tapi jika sudah ya sudah. Sebab mereka semua adalah keluarga.

jadi, kopi juga berpengaruh bagi kerukunan, keharmonisan, dan mempererat tali seduluran bagi kaum santri.

Tapi, jangan menganggap pondok pesantren adalah warung kopi. Karena santrinya yang sering sekali ngopi. Bukan begitu. Mereka ngopi juga ada nilai positifnya jika Anda menelusurinya lebih detail lagi.

Salah satunya nilai plusnya adalah sebagai pengerat tali seduluran tadi. Jika didalam pondok pesantren hidup rukun, maka suasana dan kondisinyapun juga semakin ayem tentrem.

Jika ada konflik antar santri, maka solusinya cobalah ngopi bareng dan saling menjelaskan kesalahan dan saling bermaaf-maafan. Jangan terlalu menyembah egoisme diri sehingga tidak mau berkumpul.

Coba berkumpullah dalam satu majelis jika ada konflik. Dan dibarengi dengan kopi. Jangan malu untuk saling mengalah dan mengakui kesalahan oke.

Intinya, jadi santri harus bisa hidup rukun, menjaga tali seduluran menskipun berbeda-beda asal muasal dan budayanya, oke.

Semoga bisa bermanfaat, dan sekian terima kasih.

By: Anas Khoirudin

0 Response to "Makna Pada Secangkir Kopi Bagi Kaum Santri, Sebagai Pengerat Tali Seduluran Satu Negeri"

Post a Comment

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel