Memang Time Is Monay, Tapi Jangan Sampai Membuat Lupa your Family

Memang Time Is Monay, Tapi Jangan Sampai Membuat Lupa your Family
Siapa toh, manusia hidup di dunia ini yang lepas dari kebutuhan? Pasti, hampir 98% manusia hidup di dunia tidak lepas dengan yang namanya kebutuhan.

Baik disitu kebutuhan sekunder maupun kebutuhan premier. Sebab, kodrat manusia dan garis jalan hidup memanglah tidak dapat lepas dari itu semua, kebutuhan.

Dari situ, ada dapampak positif dan ada dampak negatif yang disebabkan dari adanya suatu kebutuhan manusia.

Jika manusia mau bergerak, bertindak, berusaha, ataupun berkerja untuk memenuhi kebutuhan sekunder maupun premier.

Baik untuk keluarganya maupun untuk dirinya sendiri, asalkan tidak melanggar norma dan peraturan-peraturan, itulah positifnya.


Namun, jika seseorang bertindak, bergerak ngawur dan melanggar norma-norma serta aturan yang ada.

Seperti berjudi, mencopet, mencuri dan lain-lain sebagainya demi memenuhi kebutuhannya. itulah dampak negatifnya. 

Kebutuhan manusia pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan meliputi sandang, pangan dan papan.

Pasti, seluruh manusia memerlukan ketiga hal yang pokok tersebut. Untuk memfasilitasi dan memenuhi kebutuhannya hidup didunia ini.

Selain ketiga hal diatas, ternyata ada lagi kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan.

Tidak lain adalah uang. Siapa manusia yang tidak membutuhkan uang. Pasti manusia tidak luput dari yang namanya uang.

Memang, uang bukanlah segalanya, namun segalanya butuh uang. Makanya, untuk memenuhi kebutuhan yang lainnyapun terkadang manusia masih membutuhkan kebutuhan lain, yaitu uang.

Adapun uang sendiri, ada dan dapat didapatkan melalui beberapa cara yang banyak sekali. Tetapi, pada umumnya manusia untuk mendapatkannya melalui jalan berkerja.

Maka dari itu, dikebudayaan barat menyebutkan bahwasanya “time is monay”. Jika ditranslate kedalam bahasa Indonesia menjadi “waktu adalah uang”.

Menurut peresepsi pada umumnya, waktu yang ada merupakan peluang untuk mendapatkan materi yang berupa uang.

Jadi, manusia barat identik tidak mau membuang-buang waktu dan leha-leha. Karena, disana waktu sedikitpun bisa menghasilkan pendapatan.

Memang, hal tersebut baik, karena waktu sendiri adalah emas. Dan waktu sendiri juga tidak dapat diputar kearah belakang lagi.

Tetapi, jika hal tersebut untuk meraih kebahagiaan dan nafsu egoisme semata sampai-samapai melupakan segalanya demi uang, itu kenemenen.

Sebab, uang secara utuh belum juga bisa menjamin hidup Kita didunia dengan kebahagia.
Banyak terjadi dikalangan masyarakat, melupakan segalanya demi uang. Mereka berkerja dan melupakan kewajiban lainya.

Memang, mencari nafkah, berkeja demi seperepes uang adalah kewajiban seseorang dalam hidup berkeluaga

Namun setidaknya, kita juga bisa membagi waktu untuk mencari keluarga dan waktu untuk kewajiban lainya. Salah satunya adalah kewajuban kepada keluarga.

Patut diketahui, kewajiban kita kepada keluarga bukan hanya urusan materi saja. Menciptakan Kebahagian dan keharmonisan keluarga juga merupakan kewajiban lainya.

Jadi, setidaknya jika kita menganggap time is monay demin kebahagiaan, nafsu dan kebutuhan. Maka, jangan sampai melupakan family.

Sebab, kebahagiaan keluarga, keharmonisan keluarga adalah prioritasnya prioritas dari pada uang yang prioritas dimata keluarga.

Percuma keluarga kaya tapi tidak bisa hidup secara harmonis, rukun dan bahagia.

0 Response to "Memang Time Is Monay, Tapi Jangan Sampai Membuat Lupa your Family"

Post a Comment

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel