Usia Umat Muhammad, dan Malam Lailatul Qadar

Usia Umat Muhammad, dan Malam Lailatul Qadar

Dibanding dengan umat terdahulu umur umat Nabi Muhammad relatif lebih singkat. Umat terdahulu diberi umur sampai ratusan tahun, sementara umat ini hanya berkisar antara enam puluh tahun dan selebihnya merupakan "bonus" yang diberikan oleh Allah Swt.

Rasulullah pernah bersabda: "Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampaui umur tersebut." (H.R. Ibnu Majah)

Meski demikian, Allah memberikan keistimewaan yang luar biasa agar umat ini melebihi umat sebelumnya.

Dia menjadikan satu malam yang bila seseorang mendapatinya maka mendapatkan malam yang lebih baik daripada seribu malam bulan (sekitar delapan puluh tahun).

Ada seseorang dari Bani Israil yang beribadah setiap malam hingga pagi, kemudian berjihad sampai sore.

Perilaku ini dia lakukan selama seribu bulan. Maka Rasulullah Saw dan umat Islam mengaguminya.

Sehingga, turun surat al-Insyirah ayat 3. Yakni Lailatul Qadar untuk umatmu lebih baik daripada seribu tahun bagi Bani Israil yang membawa pedang selama seribu tahun.

Malik bin Anas berkata: Rasulullah Saw diperlihatkan umur manusia. Beliau menganggap umur umatnya terlalu pendek.

Dan beliau takut amal mereka tidak bisa mengimbangi umat lainnya. Maka Allah memberinya Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan umat terlebih dahulu.

Allah Swt memberikan kita hadiah berupa malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Hal ini dikarenakan orang terdahulu tidak disebut Abid (ahli ibadah) sebelum beribadah selama seribu bulan, yakni delapan puluh tiga tahun lebih empat bulan.

Maka, Allah menganugerahkan keistimewaan bagi umat Muhammad Saw, di mana "ibadah semalam lebih baik dari seribu bulan beribadah"

Sungguh keistimewaan yang luar biasa. Bila kita mendapati satu malam beribadah selama ia lebih baik daripada Bahkan, ada sebagian riwayat yang menyebutkan seribu bulan.

"Lebih baik dari ibadah, puasa, dan jihad selama seribu bulan" Hal ini sesuai dengan perkataan Imam Ka'ab al-Ahbar: Terdapat seorang raja Bani Israil melakukan sesuatu lalu Allah memberi wahyu kepada nabi pada zaman tersebut, katakan pada Fulan (raja) apa yang dia inginkan.

Baca Ini Juga: Menjaga Kewarasan dengan Iman

Lalu raja itu berkata, "Wahai Tuhanku, aku ingin berjihad dengan harta, anak dan jiwaku.

Maka Allah memberikannya seribu anak. Setiap anak dia menyiapkan hartanya untuk menjadi pasukan jihad membela agama Allah.

Anak tersebut berjihad selama satu bulan kemudian terbunuh. Kemudian
menyiapkan anak selanjutnya.

Setiap anak terbunuh setelah satu bulan berjihad, sementara raja terus beribadah dan berpuasa sampai seribu anaknya meninggal dalam kurun waktu seribu bulan.

Setelah itu raja itu sendiri yang maju berperang, dan dia pun terbunuh.

Orang-orang berkata: "Tidak ada seorang pun yang bisa menandingi derajat raja ini.

Maka Allah memberikan Wahyu, "Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan raja tersebut dalam beribadah, berpuasa, dalam jihad dengan harta, raga dan anak memperjuangkan agama Allah.

[Ahmad Zuhri, Santri Langitan]

0 Response to "Usia Umat Muhammad, dan Malam Lailatul Qadar"

Post a Comment

Berkomentarlah yang bijak dan sesuai dengan isi konten. Komentar dengan Link hidup/mati tidak akan disetujui.

(✔). Boleh berkomentar menggunakan bahasa jawa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel